Pernahkah engkau terbangun di pagi hari
dengan sebuah mimpi yang mulai sirna?
Pernahkah engkau terbangun di pagi hari
dan merasa terjebak dalam kehidupan yang stagnant?
Pernahkah engkau terbangun di pagi hari
dan tidak ada lagi kekuatan untuk dapat tersenyum?
Engkau melihat ke sekelilingmu..
mencari uluran tangan yang dapat memberimu kekuatan..
mengharapkan sebuah pengharapan yang dapat membuatmu bangkit..
Namun yang kau temukan adalah gumaman menyerah pada kehidupan..
Tidak ada tempat untuk memberimu rasa AMAN..
Tidak ada tempat untuk memberimu Garansi tentang MASA DEPAN..
Engkau melihat ke kiri mu..
dan kau temukan derasnya air mata penderitaan..
Engkau melihat ke kanan mu
dan kau temukan peluh keringat perjuangan..
....
Well, well..
Mungkin itulah yang dirasakan oleh Daud ketika ia berada di dalam Gua Adulam.
Jujur aja saya gak bisa menyelami 100% apa yang dirasakan oleh Daud muda saat itu.
Membayangkan mimpi yang sudah ada di depan mata tiba-tiba sirna..
Daud, yang dikenal sebagai Panglima dan akan menggantikan Raja, kini telah menjadi seorang buronan yang tidak memiliki masa depan..
Dia harus lari meninggalkan istri dan kenyamanannya di Istana dan berlari untuk hidupnya..
Daud berusaha menemui Samuel, mentor yang sangat dia look-up.
Namun, ia menemukan bahwa ia pun tidak bisa mengandalkan Samuel.
Hmm...
Pernahkah terbersit dalam pikiran kita..
dengan Background Daud sebagai anak bungsu yang "tidak dianggap" oleh ayah dan seluruh saudaranya,
pasti telah membentuk psikologis Daud menjadi sosok pemuda yang bergumul dengan CONFIDENCE dan RASA AMAN.
Ketika menemukan Samuel yang begitu perduli dan melihat POTENSI Daud, pastilah rasa Aman dan Nyaman mulai muncul.
Jadi, terbayangkah di pikiran kita, apa yang sesungguhnya dihadapi psikologis Daud ketika ia menyadari bahwa tak bisa lagi mengandalkan SAMUEL?
I can't imagine how it feels..
(Secara jaman dulu belum ada Psikolog yang mengerti tentang psikologis seseorang, LoL!)
Memang saat itu pergumulan yang dihadapi Daud sangat nyata..
Ia harus menemukan tempat untuk sembunyi..
Ia menghadapi seorang Raja yang sangat ingin membunuhnya..
Ia menjadi seorang Buronan..
(Kalau lagi nonton film, dimana pemeran utamanya dikejar untuk dibunuh..pasti sedikitnya berasa "suramnya" hidup Daud saat itu)
Namun, ada 1 hal yang muncul di pikiran saya..
Ada another struggle tidak terlihat yang dihadapi Daud pada saat itu..
Perubahan situasi yang sedikit banyak pasti mengganggu kejiwaan Daud..
The real struggle yang dihadapi Daud, yang sesungguhnya MAMPU menggoyahkan keyakinannya..
Lepasnya "RASA AMAN"
Perubahan dari sosok yang "PENUH API" menjadi sosok yang harus "STRUGGLE FOR HIS DAY".
(kata "FOR HIS DAY" ada artinya loh, lol)
dan ga sampai sana cara Tuhan "bercanda" dalam hidup Daud..
(sarkastik banget ya lol, but He knows what I meant lah..)
Yap, ga sampai di sana aja..
Tuhan kirimkan 400 orang yang DICARI NEGARA, BERHUTANG, KEHILANGAN PENGHARAPAN, untuk "menemani" DAUD!
What?!?!?!?!?!
Orang yang pernah atau setidaknya "berhadapan" dengan orang depresi pasti ngerti banget.
Athmosphere orang depresi itu nyata loh dan bisa menular..
1 orang depresi aja bisa bikin ikutan gila.. ini ada 400 orang!
Dengan posisi di Gua Adulam, which is GA ADA ENTERTAINMENT sama sekali..
Can you really imagine that situation?
The REAL STRUGGLE that David had been going through?
"Dengan nyaring aku berseru-seru kepada Tuhan,
dengan nyaring aku memohon kepada Tuhan."
Ketika semangatku lemah lesu di dalam diriku,
Engkaulah yang mengetahui jalanku.
Pandanglah ke kanan dan lihatlah,
tidak ada seorangpun yang menghiraukan aku;
tempat pelarian bagiku telah hilang,
tidak ada seorangpun yang mencari aku."
"Perhatikanlah teriakku, sebab aku telah menjadi sangat lemah."
Mazmur 142
Tapi, serius..
gue ga abis pikir gimana Daud bisa menghadapi itu selama 10 tahun di Gua Adulam.
Kehilangan RASA AMAN..
Terenggutnya MIMPI yang sudah ada di depan mata..
Dari sosok yang PUNYA PRESTASI menjadi orang yang harus STRUGGLE FOR HIS DAY..
Uda cape sama masalahnya sendiri, eh masih harus digrecokin sama 400 depresian lainnya..
Lebih lagi, he couldn't hear God's voice at that time..
Gua adulam itu kalau di wikipedia dibilangnya "tempat isolasi"
Ngerti dong arti tempat isolasi?
Kaga ada yang bisa masuk ataupun keluar..
He definitely couldn't hear God's voice at that time..
or even if God was trying to talk to him, but "that place" isolate him from outsiders.
NO time for him to cry out of his life, karena ada 400 orang lain yang sangat bergantung sama Daud..
Struggle for his day for almost 10 years di padang gurun yang TIDAK ADA AKTIVITAS berarti..
Wow.. I, myself, am so PROUD with Daud.
Di antara semua suara yang berkecamuk di kepalanya..
Di antara semua gumaman menyerah yang bersenandung di sekelilingnya.
Di antara silence time yang dilewatinya..
Daud menguatkankan pengharapannya kepada TUHAN
Di dalam sebuah GUA yang tidak ada pengharapan..
tercipta suatu lagu yang penuh pengharapan
"Tinggikanlah diriMu mengatasi langit, ya Allah..
dan biarlah kemuliaanMu mengatasi seluruh bumi!"
"Aku mau bersyukur kepadamu di antara bangsa-bangsa, ya Tuhan
aku mau bermazmur bagiMu di antara suku-suku bangsa;
sebab kasih setiaMu besar sampai ke langit,
dan kebenaranMu sampai ke awan-awan.
Tinggikanlah diriMu mengatasi langit, ya Allah!
Biarlah kemuliaanMu mengatasi seluruh bumi!"
Mazmur 57
Ya..
Mungkin saat ini engkau sedang berada di dalam Gua Adulam..
Mungkin engkaulah sosok "PENUH API" yang telah menjadi "STRUGGLE FOR YOUR DAY"
Mungkin untuk bangun dari tempat tidurpun, engkau tak mampu..
You know what?
YOU ARE NOT ALONE :)
NO MATTER WHAT YOU FEEL RIGHT NOW
THE HOPE IS STILL THERE
IT WON'T GO AWAY FROM YOUR LIFE
BECAUSE GOD WILL NEVER LEAVE YOU
ONCE YOU'VE BEEN CALLED AS THE CHILDREN OF GOD,
HE WILL MAKE THAT DIFFERENCES FOR YOU..
NO MATTER WHAT YOU THINK RIGHT NOW
YOU ARE STILL ABLE TO HANDLE THOSE STRUGGLES
GOD STRENGHTEN YOU EVERY SINGLE DAY
THE PROOF IS...
YOU ARE STILL ABLE TO SMILE :)
JESUS LOVES YOU
Tidak ada komentar:
Posting Komentar